Sabtu, 08 September 2012

Masjid-masjid Berkubah emas di dunia

1] Masjid Jame’ Asr atau Masjid Bandar Seri Begawan di Brunei
Masjid yang merupakan bagian dari kompleks Istana Bolkiah didirikan pada pertengahan tahun 1980-an untuk memperingati 25 tahun Sultan Hassanal Bolkiah berkuasa.

Masjid ini memiliki 29 kubah yang terbuat dari emas murni 24 karat. Bangunan yang terletak di tengah taman yang asri ini mempunyai luas hampir 2 hektar lebih. Keseluruhan kawasan masjid ini dipagari dengan kisi-kisi besi dengan panjang kira-kira 1.082 km. Terdapat lima pintu masuk ke lokasi ini, disamping dua pintu khusus untuk keluarga kerajaan dan tamu negara.


Masjid ini memiliki 4 menara yang masing-masing tingginya 189 kaki, dimana ada sekitar 297 anak tangga pada setiap menara tersebut. Melalui menara ini, pengunjung bisa melihat pemandangan sekitar masjid dan juga pemandangan Bandar Seri Begawan dan Kampong Ayer.



[2] Masjid Al-Askari di Samarra, Irak

 Masjid Al-Askari merupakan masjid syiah yang di bangun pada tahun 944 M. Masjid ini terletak di kota Samarra, Irak. Namun sayangnya masjid ini hancur pada bulan Februari 2006 akibat tidak langung dari invasi Amerika Serikat ke Irak.


[3] Masjid Qubbah As Sakhrah / Dome of the Rock di Yerusalem, Palestina

Masjid Qubbah As Sakhrah atau di kenal dengan Dome of the Rock dibangun pada sekitar tahun 690M oleh Abdul Malik bin Marwan yang merupakan salah satu raja dalam bani Umayah dan kemudian diikuti dengan pembangunan Masjidil Aqsha yang selesai pada tahun 710M.

Masjid ini dahulu-mungkin juga sampai sekarang- di anggap sebagai masjid Al Aqsha. Klarifikasi hal ini dapat di lihat pada blog Harry Sufehmi. Sebagian orang juga menganggap bangunan ini bukanlah masjid melainkan hanya tumpukan batu besar.


[4] Masjid Suneri, Lahore, Pakistan

Masjid Suneri memiliki 3 kubah emas. Satu kubah utama, 2 lainnya di sisi kanan dan kiri. Masjid ini didirikan oleh Nawab Syed Bhikari Khan, anak Wakil Gubernur Lahore pada tahun 1753 M.


[5] Masjid Sultan Singapura

Tahun 1928, begitu mendapat uang dari Kongsi Dagang Inggris sebanyak SGD 3000, Sultan Singapura langsung merenovasi sebuah masjid yang ada di kawasan Little India. Perubahan antara lain juga dengan mengganti kubah lama dengan kubah emas. Masjid ini segera menjadi masjid terbesar di Singapura, dari sekitar 80-an masjid yang ada.

Lain halnya di Singapura. Seberapapun besar masjid dibangun di sini, tak 1 dB-pun bunyi adzan boleh dilantunkan. “Menganggu ketenangan,” kata seseorang. Meski muslim perlu pengingat sholat yang unik seperti adzan, tapi karena pemerintah tidak memahami esensi “adzan” maka adzan dilarang bunyi. Karena minoritas maka muslim di Singapura diam saja. Bergeming. Diam juga pilihan dan mereka membunyikan adzan lewat speaker dalam ruangan masjid saja: tak sampai keluar.

Satu-satunya (mungkin) masjid yang boleh membunyikan adzan adalah masjid Sultan di sekitar Arab Street. Masjid Sultan adalah masjid tertua kedua di Singapura dan dikategorikan national heritage. Oleh sebab itu, ia mendapat perkecualian.


[6] Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin Brunei

Brunei memiliki 2 masjid yang berkubah emas. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin adalah yang didirikan pertama kali. Mulai digunakan tahun 1958, masjid ini terletak di tengah danau buatan yang bersih. Kubahnya terbuat dari emas 24 karat. Biaya pembangunannya menghabiskan USD 5 juta. Pada zamannya, Masjid Sultan Omar Ali diperhitungkan sebagai salah satu bangunan terindah di dunia.


[7] Masjid Dian Al Mahri di Depok, Indonesia

Masjid dengan kubah emas yang terbaru adalah Masjid Dian Al Mahri yang letaknya di Depok, Jawa Barat, tepatnya di Jalan Meruyung, Kelurahan Limo, Kecamatan Cinere, Depok. Masjid ini mulai di bangun pada tahun 1999, dan di resmikan pada bulan April tahun 2006. Masjid ini merupakan milik pribadi dari Hajjah (Hj) Dian Djurian Maimun Al-Rasyid,seorang pengusaha dari Serang, Banten dan pemilik Islamic Center Yayasan Dian Al-Mahri.

Masjid ini luas bangunannya mencapai 8.000 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 70 hektare. Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen.

Halaman dalam berukuran 45 x 57 meter dan mampu menampung 8.000 jemaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia.

Pada bagian interiornya, ada pilar-pilar kokoh yang menjulang tinggi guna menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia.

Di sekitar masjid dibuat taman dengan penataan yang apik dan detail. Selain taman, juga dibangun rumah tinggal sang pendiri masjid dan gedung serbaguna yang menjadi tempat istirahat para pengunjung .Sedangkan untuk parkir, disiapkan lahan seluas 7.000 meter persegi yang mampu menampung kendaraan 300 bus atau 1.400 kendaraan kecil.

Untuk mencapai lokasi ini cukup mudah, dapat digunakan angkutan umum dari terminal depok ( nomor 03) yang menuju parung bingung. Dari sini bisa menggunakan ojek menuju jalan Meruyung.

11 Jembatan Tercantik di Dunia

1. Banpo Bridge (Korea Selatan): The Fountain Bridge
Pada 9 September 2008, Banpo Jembatan di Seoul (Korea Selatan) mendapat facelift utama: 10.000 nosel air mancur yang berjalan sepanjang jalan di kedua sisinya. Segera setelah dipasang, jembatan berubah menjadi wisata utama, sebagai jembatan pompa keluar 190 ton air per menit dengan menggunakan air dari sungai di bawah ini.


2. Millau Bridge (France): World's Tallest Vehicular Bridge
Menjulang tinggi di atas 1.125-ft Tarn Valley di selatan Perancis, mengemudi di sepanjang Jembatan Millau dikatakan merasa seperti terbang. Foster + Partners ini mengagumi sedikit lebih tinggi dari Menara Eiffel, waktu tiga tahun untuk membangun dan dibuka untuk umum pada tahun 2004. Walaupun mungkin menyediakan pemandangan indah lembah di bawah, setelah kabut turun itu bukan rute untuk menjadi lemah hati! The Millau Bridge memiliki total panjang 8.071-ft dengan span tunggal terpanjang di 1.122-ft dan maksimum di bawah izin dari 886-ft; di jembatan pendek adalah mengesankan secara besar-besaran baik di atas kertas dan dalam kehidupan nyata. Geladak adalah lofted pada 7 pylons dan beratnya 36.000 ton. Serangkaian dari 7 tiang-tiang, masing-masing 292-kaki tinggi dan berat 700 ton, yang melekat pada tiang yang sesuai.


3. Henderson Waves (Singapura): Most Beautiful Pedestrian Bridge
Pada ketinggian 36 meter atau 12 lantai dari jalan, itu adalah jembatan penyeberangan tertinggi di Singapura. Para jembatan sepanjang 300 meter link ke taman-taman di Mount Faber dan Telok Blangah Hill. 

 

4. Hangzhou Bay Bridge (Cina): World's Longest Trans-Oceanic Bridge
Seberang Teluk Hangzhou memperluas trans-oceanic terpanjang di dunia jembatan, dengan 35.673 kilometer (22 mil) panjangnya jalur dengan enam tol dalam dua arah. Jembatan ini dibangun untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di kawasan yang berkembang pesat, memotong waktu mengemudi antara Shanghai dan Ningbo dari empat sampai dua dan setengah jam .Akhirnya dibuka untuk umum pada tanggal 1 Mei 2008. Total investasi di jembatan itu RMB 11,8 miliar (sekitar US $ 1,4 miliar.)

 
5.Rolling Bridge (UK): The Bridge that Curls Up on Itself
Dirancang oleh Heatherwick Studio, pemenang penghargaan Rolling Bridge Paddington Basin terletak di London. Alih-alih sebuah jembatan membuka mekanisme konvensional, terdiri dari satu elemen yang mengangkat kaku untuk membiarkan perahu lewat, Jembatan Rolling keluar dari jalan dengan meringkuk sampai dua ujung sentuhan. Sementara dalam posisi horisontal, jembatan adalah normal, tidak menarik perhatian baja dan jembatan kayu; sepenuhnya terbuka, membentuk sebuah lingkaran di tepi air yang sedikit beruang kemiripan kepada diri kita sebelumnya. sepanjang dua belas meter, jembatan ini dibuat dalam delapan bagian baja dan kayu, dan dibuat untuk curlcurl by hydraulic rams yang terpasang di pegangan di antara setiap bagian.

 
6.Oliveira Bridge (Brasil): Pertama di Dunia berbentuk X 
Tinggal Kabel Jembatan dengan dua jalur disilangkan The Octavio Frias de Oliveira Jembatan di atas Sungai Pinheiros di São Paulo, Brazil dibuka pada Mei 2008. Ini adalah 138 meter (450 kaki), dan menghubungkan ke Pinheiros Marjinal Jornalista Roberto Marinho Avenue. Desain adalah unik dalam bahwa 2 melengkung geladak jembatan salib satu sama lain melalui mendukung berbentuk X menara
.

7.Wind and Rain Bridge (China): Dong people's bridge

Wind and Rain Bridge melambangkan arsitektur dari orang minoritas Dong. Wind and Rain Bridge di Diping adalah yang terbesar dari tipenya yang ada di Propinsi Guizhou, tempat terbesar Cina kehidupan masyarakat Dong. Jembatan yang lebih dari 50 meter panjang dan hal ini pertama kali dibangun pada tahun 1894 selama masa Dinasti Qing lebih dari 100 tahun yang lalu. Namun, struktur asli hancur dalam kebakaran besar pada tahun 1959 dan satu pengunjung melihat hari ini adalah pembuatan kembali yang selesai pada tahun 1964. 
 

8.Tower Bridge (Inggris): Paling Terkenal dan Jembatan cantik Victoria
Selesai pada tahun 1894 dan dirancang oleh Horace Jones dan Wolfe Barry, Tower Bridge (sehingga dinamai setelah dua, mencolok, 141-ft menara tinggi dan Tower of London yang dekat dengan itu) adalah salah satu landmark yang paling terkenal di London dan salah satu paling indah di dunia. panjang jembatan 800-kaki memiliki 28-ft jarak ruangan ketika tertutup, tetapi meningkatkan di pusat untuk pembersihan maksimum 140-ft yang memungkinkan kapal-kapal untuk mewariskan Thames. Kembali di hari-hari pada saat barang dipindahkan melalui laut, bukan udara jembatan dinaikkan sekitar 50 kali sehari. Tower Bridge mengambil 432 pekerja 8 tahun untuk membangun. Selama waktu itu mereka tenggelam 70.000 ton menjadi 2 besar beton dermaga, menurunkan 2 diimbangi bascules ke tempatnya masing-masing berbobot 1.000 ton dan kemudian berpakaian seluruh jembatan di Portland cornish batu dan granit untuk menyamarkan 11.000 ton baja di bawahnya.

9. Magdeburg Water Bridge (Jerman): Europe's Largest Water Bridge

Jembatan Magdeburg Water yang menghubungkan bekas Jerman Timur dan Barat di atas Sungai Elbe, dan itu dibuat sebagai bagian dari proyek penyatuan. sepanjang 1 km , 500 juta euros jembatan air sungai memungkinkan tongkang untuk menghindari panjang dan kadang-kadang tidak dapat diandalkan sepanjang bagian Elbe.


10.Ponte Vecchio (Italia): Terlama dan Paling Terkenal dari jenis
Ponte Vecchio di Firenze adalah salah satu tempat wisata paling terkenal di Italia, dan dianggap sebagai batu tertua yang dibangun seluruhnya, segmental arch jembatan di Eropa, walaupun ada banyak segmen yang parsial tanggal kembali lebih lanjut. Ini pada awalnya dibangun dari kayu sampai hancur oleh banjir pada 1333, dan dua belas tahun kemudian dibangun kembali dengan menggunakan batu. Terkenal karena lapisan toko, jembatan telah menampung semua orang dari Medieval pedagang dan tukang daging untuk souvenir kios-kios dan seni dealer.


11. Suramadu Bridge Nasional (Indonesia) Jembatan Nasional Suramadu adalah jembatan melintasi Selat Madura, yang menghubungkan pulau Jawa (di Surabaya) dan pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya timur Kamal), Indonesia. Dengan panjang 5.438 m, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan terpanjang di Asia Tenggara adalah Jembatan Penang di Malaysia. Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian dari jalan layang (jalan lintas), jembatan (jembatan pendekatan), dan jembatan utama. Konstruksi jembatan didirikan awal oleh Presiden Megawati Sukarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 10 Juni 2009. Pembangunan jembatan ini dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, termasuk infrastruktur dan bidang ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Timur. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah 4,5 triliun rupiah. Membuat jembatan ini dilakukan dari tiga sisi, kedua sisi Bangkalan dan Surabaya. Sementara itu, pada saat yang sama juga membuat perkembangan rentang tengah pendekatan jembatan dan jembatan.